Postingan

Menampilkan postingan dengan label cerita
Ndak apa, tidak menjadi orang kebanyakan. Jadilah dirimu sendiri, yang selalu berusaha menjadi orang baik setiap hari

Balas

Berbuat baik karena ingin dibalas dengan perbuatan baik oleh orang lain? Sepertinya ada yang harus diluruskan Sepertinya ada yang salah Mungkin niatnya Kadang saya suka begitu Habis berbuat baik nih, ehh tiba-tiba diri sendiri minta balasan baik dari orang lain Terkadang orang lain mau langsung membalas perbuatan baik kita Tapi kadang juga ada yang tanpa respon Padahal ndak boleh gitu ya, berharap balasan dari manusia Berbuat baiklah karena memang sudah seharusnya kita berbuat baik Bukan karena ingin dibalas, ingin diapresiasi Tapi karena semata-mata ingin berbuat baik. Titik. Urusan balasan biarlah itu menjadi urusan Sang Maha Adil Kita manusia ndak perlu ikut urus tentang balasan Tapi balik lagi, kita berbuat baik untuk apa? Untuk dipuji atau mengejar kepuasan diri Hayuk belajar lagi

Di Tempat Lain Sana

Malam ini, saya sedang mengetik tulisan ini ditemani secangkir kopi, bakpia sambil mendengarkan musik kesukaan saya. Salah satu situasi ternyaman dalam hidup saya. Tetapi mungkin di tempat lain sana ada yang sedang bersedih, Bersedih karena salah satu keluarganya telah tiada Bersedih karena salah satu tulang punggung keluarga jatuh sakit Bersedih karena tidak lolos interview Bersedih karena dagangannya tidak laku satupun dan banyak bersedih-bersedih lainnya Tetapi mungkin juga di tempat lain sana ada yang sedang bahagia, Bahagia karena lulus sidang skripsi Bahagia karena diterima di tempat kerja baru Bahagia karena dilamar sang pujaan hati Bahagia karena akan menjadi orang tua 9 bulan lagi dan banyak juga bahagia-bahagia lainnya Lalu apa yang harus kita lakukan saat ada kejadian sedih dan bahagia lain terjadi di luar sana? Ikut bersedih atau ikut bahagia ? Atau malah cemas terasa ? seperti kebanyakan rasa yang dialami wanita.. eh.. saya maksudnya.. Mungkin bersyukur...

Serba Salah

Mirip judul lagu ya? (iya, wkwk) Pernah berada di posisi yang serba salah? Mau berbuat apapun tetap dianggap salah Berbuat baik pun dianggap salah Apa aja semua salah Salah semua Pernah suatu saat, berbuat baik hingga mengorbankan banyak hal Tapi setelah itu, dianggap aja salah Iya salah Dah semua salah, ndak ada yang benar Salah semua Apa mungkin diri ini yang kebanyakan drama Mengira sudah berbuat (yang dianggap) baik Padahal ternyata sama aja, ya emang salah Duh kan drama! Ke-pe-de-an! Ternyata, memang saya yang banyak kurang Istigfar . . . Tapi jangan sampai, Semua kondisi ini menghentikan semangat untuk terus berbuat baik Untuk terus melakukan yang terbaik Semoga apa-apa yang dikerjakan tetap Allah yang jadi tujuan Semoga Allah menguatkan setiap langkah Semoga Allah melembutkan hati saya dan hati orang-orang baik di sekitar saya Jangan berhenti berbuat baik ya eno Jangan berhenti berdoa

Mengingat Kebaikan

Belajar mengingat kebaikan Belajar mengungkit kebaikan Belajar mengumbar kebaikan Iya, kebaikan oran lain yang pernah dilakukan kepada kita Pernah suatu hari kamu kesal dengan seseorang? Ayo coba ingat-ingat kebaikan yang pernah seseorang lakukan itu kepadamu Pada dasarnya semua orang itu baik bukan? Pada dasarnya semua manusia itu tak lepas dari kesalahan bukan? Konon katanya, manusia itu makhluk sosial Sudah pasti manusia satu akan bergantung dengan manusia lainnya. Jika kamu kesal dengan seseorang, coba ingat-ingat lagi kebaikan yang pernah ia lakukan kepadamu Selamat meng-ingat-ingat kebaikan kembali . . .

Perbandingan

Dirimu sendiri perlu dihargai Dirimu sendiri perlu dianggap keberadaannya Dirimu sendiri perlu dianggap kehadirannya Seringkali kita saya membandingkan kehebatan diri sendiri dengan orang lain, padahal siapa kita hari ini adalah berkat kerja keras dari diri sendiri. Carilah siapa yang selalu menguatkan disaat sedih, selalu tegar disaat sendiri, selalu mendengarkan keluh kesah hingga helaan nafas panjang kalau bukan diri kita sendiri. Masih pantaskah saya membandingkan diri ini dengan orang lain. Sebegitu tidak berhargakah diri sendiri hingga kiya lebih menghargai kerja keras orang lain daripada kerja keras diri sendiri. Entah saya sudah memerlakukan diri ini dengan baik atau belum, tapi beberapa bulan terakhir ini saya mencoba untuk tidak membanding-bandingkan diri sendiri dengan orang lain, tidak membanding-bandingkan orang yang saya anggap baik dengan orang lain hingga tidak membanding-bandingkan keadaan keluarga saya dengan orang lain. Membandingkan itu perlu karena dengan it...