Postingan

Sering

Seringkali yang kita khawatirkan saat ini, tidak terjadi esok hari Mungkin saat ini sudah masuk dalam fase Life Quarter Crisis ya semoga saja mungkin, karena biasanya yang di khawatirkan adalah terjadinya hal buruk Dulu saat kuliah di Malang khawatir sekali tidak mampu bayar SPP, nyatanya bisa lulus tepat waktu tanpa terkendala biaya Dulu khawatir akan kerja apa di 2017, nyatanya setelah 2017 berlalu saya bersyukur dengan pekerjaan saat ini Dulu saat ibu sakit, khawatir ada hal buruk terjadi. Nyatanya setelahikhtiar berobat. Hal itu bisa saya dan keluarga lalui dengan baik. Segala bentuk kekhawatiran itu menguap menjadi kenyataan yang saya rasakan saat ini karena Allah memberi cobaan berdampingan dengan kesanggupan Semoga kita selalu berusaha menjadi manusia tak pernah henti berusaha mendekat kepada-Nya
Ndak apa, tidak menjadi orang kebanyakan. Jadilah dirimu sendiri, yang selalu berusaha menjadi orang baik setiap hari

Berkendara di Ibukota

Setahun lebih saya jadi pengendara motor. Melakukan aktivitas apapun naik motor mulai dari berangkat kerja hingga sekedar beli sayur di pasar dekat rumah. Makin kesini saya merasa makin miris melihat kebiasaan pengendara motor di Ibukota. Naik motor di trotoar, tetap jalan saat lampu merah, mengebut saat lawan arah, memberi klakson berulang kali di gang, trotoar, palang pintu kereta api, saat lampu merah menyala. Rasa-rasanya sudah dilewat batas. Semua merasa punya kepentingan, ingin sampai duluan sampai-sampai mengorbankan orang lain. Mungkin orang-orang yang seperti ini merasa punya nyawa 10 ya. Jalan tanpa memikirkan keselamatan dirinya sendiri bahkan mengabaikan keselamatan orang lain. Saya jadi ikutan kesal, apalagi jika ada pengendara yang tidak bijak membunyikan klakson. Itu rasanya, pengen turun dari motor terus saya usap-usap punggungnya sambil bilang sabar bro, sabar. Banyak bunyi klakson dijalan yang tidak perlu. Saya pernah naik motor dibeberapa kota juga seperti Jogja, ...

Balas

Berbuat baik karena ingin dibalas dengan perbuatan baik oleh orang lain? Sepertinya ada yang harus diluruskan Sepertinya ada yang salah Mungkin niatnya Kadang saya suka begitu Habis berbuat baik nih, ehh tiba-tiba diri sendiri minta balasan baik dari orang lain Terkadang orang lain mau langsung membalas perbuatan baik kita Tapi kadang juga ada yang tanpa respon Padahal ndak boleh gitu ya, berharap balasan dari manusia Berbuat baiklah karena memang sudah seharusnya kita berbuat baik Bukan karena ingin dibalas, ingin diapresiasi Tapi karena semata-mata ingin berbuat baik. Titik. Urusan balasan biarlah itu menjadi urusan Sang Maha Adil Kita manusia ndak perlu ikut urus tentang balasan Tapi balik lagi, kita berbuat baik untuk apa? Untuk dipuji atau mengejar kepuasan diri Hayuk belajar lagi

Bebenah

Ada yang harus dibenahi Ya, ada Kelak jika suatu saat nanti kamu merasa dirimu tak dianggap, tak ditanya, tak diperhatikan. Tenanglah, ada Allah yang selalu ada Kelak jika suatu saat nanti kamu merasa dirimu tak dihiraukan, dikhianati, dibohongi. Tenanglah, ada Allah yang selalu ada Kelak jika suatu saat nanti kamu ditinggalkan. Tenanglah, ada Allah yang selalu ada Ada hal-hal yang tidak perlu mengikuti kebiasaan orang lain Ada waktu dimana kamu harus mendengarkan dirimu sendiri Ada saat dimana kamu harus berhenti memikirkan langkah yang sejauh ini diambil sudah benar atau tidak Jangan takut kehilangan segalanya karena ada Allah yang Maha Segalanya Allah saja cukup titik!

Di Tempat Lain Sana

Malam ini, saya sedang mengetik tulisan ini ditemani secangkir kopi, bakpia sambil mendengarkan musik kesukaan saya. Salah satu situasi ternyaman dalam hidup saya. Tetapi mungkin di tempat lain sana ada yang sedang bersedih, Bersedih karena salah satu keluarganya telah tiada Bersedih karena salah satu tulang punggung keluarga jatuh sakit Bersedih karena tidak lolos interview Bersedih karena dagangannya tidak laku satupun dan banyak bersedih-bersedih lainnya Tetapi mungkin juga di tempat lain sana ada yang sedang bahagia, Bahagia karena lulus sidang skripsi Bahagia karena diterima di tempat kerja baru Bahagia karena dilamar sang pujaan hati Bahagia karena akan menjadi orang tua 9 bulan lagi dan banyak juga bahagia-bahagia lainnya Lalu apa yang harus kita lakukan saat ada kejadian sedih dan bahagia lain terjadi di luar sana? Ikut bersedih atau ikut bahagia ? Atau malah cemas terasa ? seperti kebanyakan rasa yang dialami wanita.. eh.. saya maksudnya.. Mungkin bersyukur...
Males aja mungkin itu namanya. Bukan jenuh. (dari eno untuk eno)